Edukasi Lingkungan
Seberapa Signifikan peran Ruang Terbuka Hijau dalam Menurunkan Suhu Perkotaan?
Pertumbuhan kota yang pesat sering kali diikuti oleh berkurangnya vegetasi dan meningkatnya permukaan kedap air seperti aspal dan beton. Kondisi ini memicu fenomena Urban Heat Island (UHI), yaitu peningkatan suhu di wilayah perkotaan. Ruang Terbuka Hijau (RTH) seperti taman kota, hutan kota, jalur hijau, dan vegetasi perkotaan dianggap sebagai salah satu nature-based solution yang paling efektif untuk mereduksi panas perkotaan. Namun, seberapa signifikan sebenarnya peran RTH dalam menurunkan suhu kota?
Mekanisme Ilmiah Pendinginan oleh Ruang Terbuka Hijau
Secara ilmiah, vegetasi menurunkan suhu melalui beberapa mekanisme utama:
- Peneduhan (shading) oleh tajuk pohon yang mengurangi radiasi matahari langsung ke permukaan tanah dan bangunan.
- Evapotranspirasi, yaitu proses pelepasan uap air dari tanaman yang menyerap panas laten dari lingkungan.
- Pengurangan radiasi panas karena permukaan vegetasi menyerap dan memantulkan panas lebih sedikit dibandingkan beton atau aspal.
Penelitian menunjukkan bahwa area dengan tutupan vegetasi lebat terutama pohon berkanopi luas memiliki suhu permukaan dan suhu udara yang lebih rendah dibandingkan kawasan yang didominasi bangunan. Selain itu, luas, kerapatan, jenis tanaman, dan distribusi RTH dalam jaringan kota sangat memengaruhi besarnya efek pendinginan yang dihasilkan (Ramadanti dan Husamah, 2025).
Bukti Empiris dari Penelitian di Indonesia
Sejumlah studi di Indonesia memperkuat temuan tersebut. Analisis menggunakan citra satelit di wilayah Jabodetabek menemukan hubungan nonlinier antara luas RTH dan suhu udara. Penurunan area RTH sebesar 50% dapat meningkatkan suhu sekitar 0,4–1,8°C, sedangkan peningkatan RTH mampu menurunkan suhu meskipun dengan besaran yang lebih kecil (Effendy,2009).
Penelitian lain di Kota Makassar menunjukkan bahwa berkurangnya tutupan vegetasi berkorelasi dengan meningkatnya suhu rata-rata kota dan memperkuat fenomena UHI. Hal ini menegaskan bahwa ketersediaan ruang hijau merupakan faktor penting dalam mitigasi panas perkotaan (Kurnianti dan Rahmi,2020).
Sementara itu, kajian pengembangan RTH di Kota Bogor menemukan hubungan signifikan antara penurunan vegetasi dan peningkatan suhu permukaan kota. Peningkatan area terbangun tanpa diimbangi ruang hijau menyebabkan semakin luasnya wilayah bersuhu tinggi, sehingga pengembangan taman kota dan koridor hijau direkomendasikan sebagai strategi mitigasi (Demara, dkk.,2024)..
Perspektif Global: Seberapa Besar Efek Pendinginanya
Secara global, studi berbasis data satelit pada ratusan kota besar menunjukkan bahwa ruang hijau perkotaan mampu memberikan efek pendinginan siang hari sekitar 2–4°C, meskipun besarnya bervariasi tergantung kualitas dan jumlah ruang hijau di masing-masing kota. Efek ini juga dipengaruhi oleh usia dan struktur vegetasi. Pohon yang telah tumbuh puluhan tahun dengan tajuk yang besar terbukti memberikan mitigasi panas yang lebih optimal dibandingkan pohon muda, karena luas daun dan kemampuan evapotranspirasinya lebih tinggi (Li et al.,2023).
Implikasi bagi Perencanaan Kota Berkelanjutan
Temuan ilmiah tersebut menunjukkan bahwa RTH bukan sekadar elemen estetika, melainkan infrastruktur ekologis penting bagi kota. Selain menurunkan suhu, ruang hijau juga meningkatkan kenyamanan termal, kualitas udara, kesehatan masyarakat, serta ketahanan kota terhadap perubahan iklim. Peningkatan persentase RTH bahkan dapat berfungsi sebagai pengontrol iklim mikro yang membantu mereduksi panas ekstrem di lingkungan perkotaan (Balqis dkk.,2025).
Dengan demikian, peran RTH dalam menurunkan suhu perkotaan terbukti signifikan secara ilmiah, meskipun efektivitasnya bergantung pada luas, kualitas, dan distribusinya. Kota yang berinvestasi pada pembangunan dan pemeliharaan ruang hijau berpotensi menciptakan lingkungan yang lebih sejuk, sehat, dan berkelanjutan bagi warganya.
Referensi:
Balqis Nabila Putri, Dewi Junita Koesoemawati, Ratih Novi Listyawati. 2025. Penentuan Lokasi Potensial Ruang Terbuka Hijau Pada Kawasan Perkotaan Banyuwangi Dalam Mengurangi Dampak Urban Heat Island. Tata Loka 27 (3) 253-266
Demara Raja Syahri. 2024. Pengembangan Ruang Terbuka Hijau Kota Bogor Sebagai Strategi Mitigasi Urban Heat Island. Skripsi Program Studi Arsitektur Lanskap Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor Bogor.
Effendy Sobri. Dampak Pengurangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Perkotaan Terhadap Peningkatan Suhu Udara Dengan Metode Penginderaan Jauh. 2009. J.Agromet 23 (2): 169-181
Kurnianti Rindi dan Rahmi Dwita Hadi. 2020. Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau dan Urban Heat Island di Kota Makassar. Jurnal Litbang Sukowati, Vol. 3, No. 2,Hal 150-163
Li Yuxiang, Jens-Christian Svenning, Weiqi Zhou, Kai Zhu, Jesse F. Abrams, Timothy M. Lenton, Shuqing N. Teng, Robert R. Dunn, Chi Xu. 2023. Global Inequality in Cooling from Urban Green Spaces and its Climate Change Adaptation Potential. Cornel University. https://doi.org/10.48550/arXiv.2307.09725
Link berhasil disalin